Showing posts with label Linux. Show all posts
Showing posts with label Linux. Show all posts

Sunday, September 30, 2012

Remove Unity "Stuck" Menu in the Middle of Extended Desktop

I have some problem when using Ubuntu 12.04 especially using extended desktop. I tried to track other monitor, but the happen is my cursor get stuck with auto-hide unity launcher in the left side of the second monitor. This is maybe a simple problem, but very disgusting one. So, I want to share some simple solution too.

Just go to Display menu from top right corner menu. Then, just go to Launcher placement option and change the launcher to Laptop. Don't forget to turn off Sticky edges menu.


That's the point, just 2 options and you got your extended desktop normal without Unity "stuck" menu anymore.

gimp: error while loading shared libraries: libgegl-0.0.so.0: cannot open shared object file: No such file or directory


The title is just paste from my error while using gimp through my terminal. I tried to open gimp from start menu but nothing is happened. So I opened GIMP from my terminal and get the error

gimp: error while loading shared libraries: libgegl-0.0.so.0: cannot open shared object file: No such file or directory

I got problem solved from ubuntu forum here

http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1975084

So, this is the solution for that error

open terminal and type

cd /etc/apt/sources.list.d/

then type

sudo rm matthaeus123-mrw-gimp-svn-precise.list matthaeus123-mrw-gimp-svn-precise.list.save

Both commands are to remove old GIMP ppas. In the case, I use Ubuntu Precise Pangolin, so, the source list should directed to Pangolin repository. If you're use another version of Ubuntu or  another version of Linux, be carefull with the second command. You can change the precise word with another version of Ubuntu.

Ater that just reinstall GIMP

sudo apt-get remove gimp
sudo apt-get update
sudo apt-get purge gimp libgegl* libbabl*
sudo apt-get autoremove
sudo apt-get install gimp

Hope this can help your GIMP problem.

Friday, November 25, 2011

Menambah Repository Lokal Debian 6


Untuk melakukan penambahan repository lokal pada komputer Anda, pertama kali yang harus Anda lakukan adalah mendownload paket repository Debian. Saya menyarankan menggunakan mirror lokal agar lebih hemat bandwitdh. Saya menggunakan repository DVD UGM dan juga CD UGM untuk arsitektur i386 (Intel).

Setelah download, letakkan file ISO tersebut dalam satu folder untuk memudahkan penggunaan.


Kemudian, buat folder sebagai tempat untuk menyimpan repository Anda. Ketikkan
Code:
$ sudo mkdir /mnt/repo1 repo2 repo3 repo4 repo5 repo6 repo7 repo8
Setelah itu, update berkas repository Anda. Ketikkan pada konsole Anda:
Code:
$ sudo nano /etc/apt/sources.list
kemudian masukkan daftar repository di bawah ini
Code:
deb file:/mnt/repo1 squeeze contrib main
deb file:/mnt/repo2 squeeze contrib main
deb file:/mnt/repo3 squeeze contrib main
deb file:/mnt/repo4 squeeze contrib main
deb file:/mnt/repo5 squeeze contrib main
deb file:/mnt/repo6 squeeze contrib main
deb file:/mnt/repo7 squeeze contrib main
deb file:/mnt/repo8 squeeze contrib main

Anda boleh memilih tetap menggunakan repo yang Anda gunakan sebelumnya. Namun Anda juga bisa mematikan repository sebelumnya dengan menambahkan tanda '#' di awal baris. Contohnya seperti gambar di bawah ini:
Setelah itu, buka fstab dengan mengetikkan:
Code:
$ sudo nano /etc/fstab
Lalu edit sesuai dengan tempat download file ISO debian Anda tadi. Kalau di tempat saya, direktori yang saya gunakan adalah:
Code:
/mnt/windows2/debian\040iso/debian-6.0.0-i386-DVD-1.iso
Untuk tanda spasi, tambahkan "\040" agar bisa dibaca oleh baris perintah. Kemudian tulis ke 7 DVD lainnya dengan format yang sama seperti di bawah ini
Code:
/mnt/windows2/debian\040iso/debian-6.0.0-i386-DVD-1.iso         /mnt/repo1 iso9660 user,ro,loop 0 0
/mnt/windows2/debian\040iso/debian-6.0.0-i386-DVD-2.iso         /mnt/repo2 iso9660 user,ro,loop 0 0
/mnt/windows2/debian\040iso/debian-6.0.0-i386-DVD-3.iso         /mnt/repo3 iso9660 user,ro,loop 0 0
/mnt/windows2/debian\040iso/debian-6.0.0-i386-DVD-4.iso         /mnt/repo4 iso9660 user,ro,loop 0 0
/mnt/windows2/debian\040iso/debian-6.0.0-i386-DVD-5.iso         /mnt/repo5 iso9660 user,ro,loop 0 0
/mnt/windows2/debian\040iso/debian-6.0.0-i386-DVD-6.iso         /mnt/repo6 iso9660 user,ro,loop 0 0
/mnt/windows2/debian\040iso/debian-6.0.0-i386-DVD-7.iso         /mnt/repo7 iso9660 user,ro,loop 0 0
/mnt/windows2/debian\040iso/debian-6.0.0-i386-DVD-8.iso         /mnt/repo8 iso9660 user,ro,loop 0 0

untuk direktori dan nama file disesuaikan dengan direktori tempat Anda menyimpan file Debian ISO Anda. Kemudian simpan file Anda.
Nah, setelah itu, restart komputer Anda kemudian cobalah melakukan update atau upgrade dengan perintah:
Code:
$ sudo apt-get update

Tuesday, November 22, 2011

Konfigurasi User di Debian

Setelah menggunakan Debian, ternyata saya menyadari kalau debian tidak semudah Ubuntu. Bahkan banyak sekali paket-paket yang belum terinstall, walaupun disediakan juga 7 DVD tambahan repository. Parahnya, pada bagian user, ketika pertama kali dibuat, kita tidak diberi sedikitpun akses root, sehingga kita harus masuk ke root untuk melakukan update dan semacamnya. Nah, maka dari itu, saya mencoba sharing sedikit tentang bagaimana membuat user kita bisa diberi akses root.
  pertama,buka konsole terminal kemudian ketikkan

      $su

  dan masukkan password root anda
  setelah itu, ketikkan
  
      #nano /etc/sudoers

  kemudian tambahkan perintah nama_user_anda ALL=(ALL) ALL di bawah root ALL=(ALL) ALL


Nah, setelah itu, maka user Anda akan diberi hak akses superuser. Untuk mencobanya coba jalankan perintah sudo.

Sunday, April 3, 2011

Slackware 13.1


Salah satu distro linux yang sudah lama ada atau bisa dibilang sudah menjadi sesepuh linux salah satunya adalah Slackware. Distro ini bisa bertahan hingga saat ini bahkan dengan bertambah banyaknya distro-distro linux yang ada di dunia. Slackware tetap konsisten menjaga keasliannya hingga menjadikannya lebih istimewa dibanding distro lainnya. Apalagi slackware bisa dibilang sangat handal dalam urusan jaringan. Hingga dibuat turunan dari slackware yang fungsinya khusus digunakan untuk Penetration System yang dikenal dengan BackTrack Linux.

Namun, dibalik keahliannya itu, ternyata dibutuhkan pemahaman yang mendalam untuk bisa menggunakannya dengan baik. Saya sendiri masih kesulitan menggunakan Slackware. Namun, di situlah asyiknya belajar Slackware. Nah, daripada Anda semakin bingung, lebih baik saya langsung memberikan link download slackware 13.1 dari beberapa repository lokal yang ada di Indonesia.

Download Link :
Slackware 13.1
Bonus:
Slackbook untuk belajar linux slackware
Slackware Indonesia kalo mau tanya-tanya tentang Slackware... v^^

Saturday, March 26, 2011

Daftar Repository Linux Lokal


Wah, karena sekarang saya sedang eksis-eksisnya menggunakan linux, jadi kali ini posting saya mengenai linux. Lebih tepatnya tempat download sistem operasi berbasis linux ataupun repository nya. Diharapkan dengan adanya repository lokal ini, para pengguna linux bisa dimudahkan dengan adanya update-update software yang ada di linux.

Berikut ini daftar list nya:
Itulah beberapa link yang saya tahu. Semoga bisa memajukan komunitas Open Source yang ada di Indonesia. ^^

Monday, March 21, 2011

Fossil STMIK AMIKOM

Sedikit tentang fossil AMIKOM. Fossil adalah komunitas linux dan open source yang ada di STMIK AMIKOM. Komunitas ini dibina oleh Nila Feby P, S.Kom yang juga merupakan dosen di STMIK AMIKOM Yogyakarta. Di komunitas ini banyak dibahas tentang dasar-dasar linux secara universal. Namun, fossil difokuskan menggunakan desktop environment linux yang berbasis GNOME karena mudah digunakan oleh pengguna linux awam, walaupun ada juga yang menggunakan linux lain yang bukan GNOME. Terkadang fossil juga mengadakan acara-acara linux yang dinamakan MALIOBORO yang merupakan singkatan dari manggungke linux, ngobrol karo ongkang-ongkang. Acara ini biasa diselenggarakan untuk menjaga silaturahmi antar pengguna linux di indonesia terutama di daerah Yogyakarta.