Tuesday, November 22, 2011

Konfigurasi User di Debian

Setelah menggunakan Debian, ternyata saya menyadari kalau debian tidak semudah Ubuntu. Bahkan banyak sekali paket-paket yang belum terinstall, walaupun disediakan juga 7 DVD tambahan repository. Parahnya, pada bagian user, ketika pertama kali dibuat, kita tidak diberi sedikitpun akses root, sehingga kita harus masuk ke root untuk melakukan update dan semacamnya. Nah, maka dari itu, saya mencoba sharing sedikit tentang bagaimana membuat user kita bisa diberi akses root.
  pertama,buka konsole terminal kemudian ketikkan

      $su

  dan masukkan password root anda
  setelah itu, ketikkan
  
      #nano /etc/sudoers

  kemudian tambahkan perintah nama_user_anda ALL=(ALL) ALL di bawah root ALL=(ALL) ALL


Nah, setelah itu, maka user Anda akan diberi hak akses superuser. Untuk mencobanya coba jalankan perintah sudo.

Friday, October 14, 2011

Mengatasi Bug Safely Remove Windows 7


Pada Windows 7, ketika kita melakukan safely remove pada USB flashdisk ataupun external harddisk biasanya lampu pada perangkat itu tidak mau mati dengan sendirinya. Bahkan yang lebih parah lagi adalah bahwa pada external harddisk pada bagian piringan masih berputar walaupun sudah dilakukan safely remove.

Sunday, June 26, 2011

Linux OS untuk Server

Ada berbagai pilihan untuk membuat server menggunakan sistem operasi linux. Ada beberapa opsi yang bisa dipilih untuk menggunakan Linux OS untuk server. Berbagai macam pilihan OS pun bisa Anda coba baik yang berbayar maupun gratis. Untuk OS Linux yang berbayar, Anda bisa menggunakan RHEL(Red Hat Enterprise Linux) atau Suse Enterprise Linux. Sedangkan untuk yang gratis Anda bisa menggunakan CentOS, Debian ataupun Ubuntu Server. Berdasarkan 3 pilihan dari Distro gratis tersebut, saya menyarankan Anda menggunakan CentOS. Sebab, dengan berbagai pertimbangan, CentOS sudah mencukupi untuk dijadikan server. Mengapa memilih CentOS daripada OS lainnya? Alasannya karena CentOS memiliki semua yang dibutuhkan untuk membuat komputer server seperti DNS server, MySQL server, firewall, FTP server dan berbagai kebutuhan server lainnya. Sedangkan jika menggunakan Ubuntu Server, Anda tidak akan diberikan tampilan GUI. Sebenarnya Anda bisa meng-install paket GUI pada Ubuntu Server, namun ukuran file-nya pun akan menjadi besar. Jika Anda menggunakan Debian, sebenarnya sudah sangat memadai, namun Anda membutuhkan komputer yang memiliki kapasitas harddisk yang besar. Sebab Debian memiliki instaler yang sangat besar sekitar 25-30 GB (beserta repository-nya). 
Oleh karena itu, maka alternatif yang paling memungkinkan adalah menggunakan CentOS. Sebab CentOS juga merupakan turunan dari RedHat yang notabene adalah Linux dengan kualitas server terbaik hingga saat ini. Jadi jika ingin menggunakan CentOS setidaknya Anda sudah harus paham tentang perintah dasar sistem operasi linux RedHat. Kemudian yang perlu dipertimbangkan untuk membuat server berbasis Linux adalah dari sisi hardware. Jika ingin menjadikan komputer Anda sebagai server, ada baiknya hardware yang dimiliki memadai untuk komputer server. Perangkat yang dibutuhkan biasanya perangkat jaringan seperti port lan, kapasitas harddisk yang besar, serta kualitas perangkat utama komputer seperti motherboard, RAM, power supply dan CPU yang harus tahan banting dan hemat listrik karena akan hidup selama server Anda ingin dihidupkan (biasanya rentang waktu antara 1 bulan - rusak). Spesifikasi komputer yang lumayan tinggi biasanya sangat dibutuhkan untuk kestabilan server Anda. Jika memang punya dana lebih, Anda bisa langsung menggunakan komputer yang khusus untuk server dengan harga kisaran 15juta-30jutaan. Kualitas yang Anda dapatkan pun bisa dibilang sepadan dengan harganya karena spesifikasi komputer server akan berbeda jauh dengan komputer pada umumnya.

Tuesday, April 5, 2011

Cisco Packet Tracer Ubuntu


Untuk yang biasa bermain dengan jaringan, pasti tak asing lagi dengan yang namanya Cisco Packet Tracer. Aplikasi untuk simulasi jaringan yang dibuat oleh Cisco. Namun biasanya packet tracer hanya diinstal di sistem operasi Windows.

Nah, kali ini saya akan memberikan sedikit tutorial untuk menginstal software Cisco Packet Tracer pada Linux Ubuntu. Versi Linux yang saya gunakan adala Ubuntu 10.04 (Lucid Linx).

1. Download Cisco Packet Tracer di http://195.148.217.80/Public/Cisco/Programs/PacketTracer/Linux/Ubuntu/ . Disarankan memiliki koneksi internet yang lumayan, karena ukuran file nya agak besar. sekitar 90mb.

2. Nah, kalau sudah, masuk ke dalam folder downloadnya kemudian ganti hak akses file Cisco Packet Tracernya.

$ chmod 775 PacketTracer53_i386_installer-deb.bin

3. Setelah itu ekstrak dan instal Packet Tracernya

$ ./PacketTracer53_i386_installer-deb.bin



Setelah itu Anda akan melihat EULA (End User License Agreement). Kira-kira seperti ini bentuknya..


Self extracting archive…

Welcome to Packet Tracer 5 Installation
Read the following End User License Agreement “EULA” carefully. You must accept the terms of this EULA to install and use Packet Tracer 5.1.
Press the Enter key to read the EULA.

...
Cisco, Cisco Systems, and the Cisco Systems logo are registered trademarks of
Cisco Systems, Inc. in the U.S. and certain other countries. Any other
trademarks mentioned in this document are the property of their respective
owners.


Do you accept the terms of this EULA? (Y)es/(N)o

Kemudian ketik Y untuk menyetujui EULA dan proses instalasi akan berjalan. Tunggu sampai selesai.

4. Nah, kalau sudah selesai instalasi, lihat aplikasi Cisco Packet Tracer nya di Apllications >> Internet >> Cisco Packet Tracer.
ini screenshot dari komputer saya menggunakan Ubuntu 10.04.

Okey, Selamat mencoba.. ^^V

Sunday, April 3, 2011

Slackware 13.1


Salah satu distro linux yang sudah lama ada atau bisa dibilang sudah menjadi sesepuh linux salah satunya adalah Slackware. Distro ini bisa bertahan hingga saat ini bahkan dengan bertambah banyaknya distro-distro linux yang ada di dunia. Slackware tetap konsisten menjaga keasliannya hingga menjadikannya lebih istimewa dibanding distro lainnya. Apalagi slackware bisa dibilang sangat handal dalam urusan jaringan. Hingga dibuat turunan dari slackware yang fungsinya khusus digunakan untuk Penetration System yang dikenal dengan BackTrack Linux.

Namun, dibalik keahliannya itu, ternyata dibutuhkan pemahaman yang mendalam untuk bisa menggunakannya dengan baik. Saya sendiri masih kesulitan menggunakan Slackware. Namun, di situlah asyiknya belajar Slackware. Nah, daripada Anda semakin bingung, lebih baik saya langsung memberikan link download slackware 13.1 dari beberapa repository lokal yang ada di Indonesia.

Download Link :
Slackware 13.1
Bonus:
Slackbook untuk belajar linux slackware
Slackware Indonesia kalo mau tanya-tanya tentang Slackware... v^^